Tau gak klo pikiran kita itu…
Tau gak kalo pikiran kita itu…
Sebenernya yang ngatur semua aktivitas kita, baik yang sadar maupun yang enggak sadar???
Pernah gak dikejar anjing, marah, atau mengalami keadaan yang kita enggak bisa mikir kelamaan ( kaya waktu di ospek gitu deh..).
Waktu dikejar anjing, kita bisa lari jauh lebih cepat dari normalnya, waktu marah kita bisa teriak lebih keras atau ngebanting benda-benda berat, atau kita bisa push-up ratusan kali waktu di ospek, kenapa bisa kaya gitu ya???
Penjelasannya sederhana aja, cuman bisa diterima atau enggaknya itu yang susah…
“Kekuatan kita, kecepatan kita, ataupun hal – hal yang menyangkut tubuh kita,ataupun hidup kita, bukan seluruhnya berasal dari tubuh kita sendiri, tapi dalam porsi yang lebih besar berasal pikiran kita.”
Ketika kita lari secara normal, kita membuat batasan kalau kita tidak bisa lebih cepat dari kecepatan kita sekarang, sedangkan ketika dikejar anjing, kita tidak batasan sama sekali, kita hanya ingin selamat, dan ternyata kecepatan kita lebih cepat dari normalnya, mungkin emang pas lagi normal kita membuat batasan terlalub rendah bagi tubuh kita.
Hal yang sama terjadi ketika kita di ospek, kita tidak membuat batasan dalam pikiran kita (misalnya : “aku hanya bisa push-up 20x dengan tubuhku yang lemah ini) sehingga kita bisa melebihi batasan normal kita.
Dengan prinsip yang sama kita bisa mengaplikasikannya pada kehidupan, contohnya : seseorang yang mendapat nilai kimia yang jelek semasa SMA akan membuat pikiran bahwa ia tidak pernah bisa belajar tentang kimia , hal ini membuat orang tersebut tidak bisa belajar hal kimia, karena tidak pernah mau untuk belajar kimia, akibat pikiran yang dibuatnya itu.
Contoh lainnya adalah seseorang yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, sering kita melihat kasus dimana anak tersebut menghasilkan prestasi yang luar biasa di sekolahnya, kenapa???
Karena ia punya alasan dan tujuan serta batasan yang dia buat di pikirannya, dia sekolah agar hidupnya bisa lebih baik, dan ia akan terus berusaha semaksimal mungkin karena ia tidak bisa seperti anak lainnya yang bisa melunasi uang sekolah ataupun ikut les tambahan.
Di dalam pikirannya ia tahu bahwa tidak ada cara lain selain belajar semaksimal mungkin, sampai suatu saat ia dapat memperbaiki hidupnya dengan ilmu yang ia dapatkan tersebut, dan iapun tahu bahwa ia tidak bisa menyia-nyiakan waktu, karena semakin lama waktu dibutuhkan semakin banyak uang ( hal yang tidak ia punya) yang ia keluarkan.
Makna penting dari dua contoh diatas adalah, kita hanya mendapatkan apa yang kita harapkan dan pikirkan, dan kita juga tidak mungkin mendapatkan apa yang kita pikir tidak mungkin bisa kita dapatkan.
So…
GET YOURSELF FREE ,RIGHT NOW!
Jangan lagi pernah membuat batasan – batasan merugikan pada diri kita, jangan pedulikan orang lain yang meremehkan kita, jangan pernah menyerah, dan yang paling penting, HARAPKANLAH HAL-HAL BESAR UNTUK DIRI KITA,BUATLAH PIKIRAN KITA MENJADI POSITIF BAHWA KITA BENER-BENAR DAPAT MELAKUKANYA.