20 Desember 2003 TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat Letjend Ryamizard Ryacudu mengatakan saat ini di dunia hanya Indonesia yang memiliki pasukan khusus terbesar. Hal ini dikatakan Ryamizard saat gladi bersih Hari Juang Kartika di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/12) siang.
Indonesia memiliki 10 batalion Raider yang akan diresmikan, Senin (22/12). “Ini adalah pasukan khusus selain Kopassus, mereka juga latihan selama 6 bulan seperti Kopassus,” kata Ryamizard.
Raider ini dibentuk dari Kodam-Kodam yang ada di Indonesia. “Jadi mereka pasukan yang sudah jadi kemudian kita seleksi, baik kemampuan menembak, sikologi maupun ketahannya,” katanya. Pasukan ini sengaja dipersenjatai dengan senjata ringan agar dapat lebih mobile.
Menurutnya, Raider memiliki tiga kemampuan utama. Pertama, sebagai pasukan antiteroris untuk pertempuran jarak dekat. Kedua, pasukan ini pasukan lawan gerilya yang memiliki mobilitas tinggi. Ketiga, Raider dibentuk dan disiapkan agar mampu melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).
Jumlah pasukan Raider adalah 8000 personel ditambah pasukan pendukung 12500 personel. Anggaran yang dikeluarkan untuk pembentukan pasukan ini sekitar Rp 50 miliar. “Anggaran ini kecil bila dibandingkan jika membeli senjata yang ratusan miliar,” kata Ryamizard.
Menurutnya TNI AD membentuk pasukan Raider bukan mengada-ada. “Pasukan ini sangat diperlukan untuk menghadapi serangan, baik dari luar maupun dalam. Walaupun kemungkinan invasi dari luar kecil,” kata Ryamizard
http://www.tempointeraktif.com